

- 1Maaf aku bernyanyi, NONA,
- 2Seorang pemuda yang tak tahu arah.
- 3Maaf hanya aku yang tertawa, NONA,
- 4Seorang pemuda yang tak tahu kesalahpahaman.
- 5
- 6Kemarilah saat kau membutuhkan sandaran.
- 7Dirimu yang berkata demikian entah pergi ke mana.
- 8Bahkan pemandangan musim dingin Selat Tsugaru
- 9Yang tampak serasi denganmu kini menjadi sensitif.
- 10
- 11Bakat yang berkarat bersinggungan dengan bakat dan bakat.
- 12Cinta murni penuh dengan rindu dan perpisahan.
- 13Terlihat dari belakang untuk pertama dan terakhir kalinya.
- 14Saat melihat celahmu, aku pun memutar haluan.
- 15
- 16Maaf aku bernyanyi, NONA,
- 17Seorang pemuda yang tak tahu arah.
- 18Maaf hanya aku yang tertawa, NONA,
- 19Seorang pemuda yang tak tahu kesalahpahaman.
- 20Maaf aku bernyanyi, NONA,
- 21MUSIC membuatku hilang kendali.
- 22Hanya aku yang akan tertawa, NONA,
- 23Seorang pemuda yang tak tahu kesalahpahaman.
- 24
- 25Hanya kau yang seharusnya berbeda.
- 26Dirimu yang berkata demikian entah pergi ke mana.
- 27Begitu berkilau, begitu rapuh, begitu polos.
- 28Sikap anggunmu itu kini menjadi sensitif.
- 29
- 30Sakit, sakit, sakit, entah di bagian mana.
- 31Jawaban benar yang kupikirkan biasanya kubenci.
- 32Bakat yang bersinggungan dengan bakat dan bakat.
- 33Saat melihat celahmu, aku pun memutar haluan.
- 34
- 35Aku tak ingat pernah bernyanyi.
- 36Pasti seperti memakan buket bunga.
- 37Tak disangka, kita ternyata cukup kotor, ya.
- 38Mengkhianati estetika dengan cara yang sama,
- 39Memutar haluan.
- 40
- 41Mari bernyanyi dan menari, NONA.
- 42Jangan berpaling, khianatilah dunia ini bersama MUSIC.
- 43Mari tertawa dan menari, NONA.
- 44Dari awal kita tak pernah bermaksud percaya.
- 45
- 46Karena saat itu aku belajar mencintai.
- 47Setidaknya di akhir, menangislah bersamaku.
- 48Ini semua berasal dari kelegaan yang penuh penyesalan,
- 49Lagu yang ditulis untukmu yang sekarang pun masih kurindukan.
- 50
- 51Maaf aku bernyanyi, NONA.

