

- 1Meski banyak hal telah terjadi sejak saat itu, di sini ku tetap sama.
- 2Selalu berterima kasih atas surat-suratmu.
- 3Setidaknya, kaulah yang nomor satu, bagiku, kaulah satu-satunya.
- 4Cahaya mentari menembus pepohonan di balik jendela, musim berganti dengan tergesa-gesa,
- 5Sehingga membuatku sangat gelisah.
- 6Terdapat gagasan bahwa waktu itu adil, namun tak ada yang lebih kejam dari keadilan.
- 7
- 8Bagi orang yang menggantungkan harapan pada dunia, dunia tampak tak berperasaan.
- 9Bagaimana menurutmu?
- 10
- 11Sejujurnya, ku hanya dipenuhi penyesalan, malam ini juga datang tanpa bisa tidur.
- 12Sebanyak apa pun ku menyesal, perasaan ini tak bisa mencapai ketenangan,
- 13Ia menyatu dengan gelapnya malam, menutupi langit dengan kegelapan.
- 14Bahkan di dasar kota, secercah cahaya bintang pun tak terlihat.
- 15
- 16Namun, ku tetap berpegang pada secercah cahaya itu, mencari alasan 'tuk tetap hidup.
- 17Alasan mengapa ku tak boleh mati, seperti wajah-wajah keluarga yang berduka,
- 18Impian yang ingin kuraih, atau hal-hal kecil yang bisa disebut harapan.
- 19Semoga ku menemukannya, semoga ku menemukannya.
- 20
- 21Pesimisme itu sesuatu yang kita lakukan 'tuk masa depan.
- 22Jika dipikirkan seperti itu, bukankah hanya dengan bersikap pesimis sudah lebih baik?
- 23Kalimat "pasti ada jalan keluarnya" bukanlah untuk orang lain, melainkan untuk diri sendiri.
- 24
- 25Bagi orang yang menggantungkan harapan pada orang lain, orang lain tampak begitu kejam.
- 26Jadi lakukan saja sesukamu.
- 27
- 28Di pantai yang sepi di luar musim, masa lalu dan masa depan datang silih berganti.
- 29Pertemuan dan perpisahan, terang dan gelap, semua itu terasa begitu jauh.
- 30Ku hanya ingin bisa bernapas di sini, namun air mata hampir tak bisa kutahan.
- 31Mungkin ku sudah tak sanggup, mungkin ku sudah tak sanggup.
- 32
- 33Meski begitu, ku tak bisa lepas dari takdir ini. Celaan dan hinaan yang dulu kudengar,
- 34Juga semua fitnahan yang pernah ditujukan kepadaku, seandainya semua itu bisa kuhapus.
- 35Seperti bendera yang tak patah diterjang badai, sesuatu yang bisa kubanggakan,
- 36Semoga ku menemukannya, semoga ku menemukannya.
- 37
- 38Teman, sekolah, keluarga, khalayak, kekasih.
- 39Semua yang berhubungan dengan dunia terasa melelahkan.
- 40Namun, ribuan benang yang mengikat kita semua,
- 41Dimaksudkan untuk menjaga kita tetap terhubung dengan dunia ini.
- 42
- 43Mungkin hanya terdiri dari nol atau satu, tapi di antara keduanya terbentang samudra luas.
- 44Jiwa-jiwa yang ingin bertahan terus berenang, namun tak mampu melaluinya.
- 45Dengan hati yang membeku tanpa suara, bahkan keinginan 'tuk menghilang saja tak terpenuhi.
- 46Meski ku berkata ingin mati, akan tetapi cahaya di seberang tetap menyilaukan.
- 47
- 48Namun, semoga ada tempat 'tuk berlindung dan suara yang memanggilmu.
- 49Malam di mana kau benar-benar merasa tidak apa-apa jika mati di sini,
- 50Atau pagi di mana usahamu terbalas, sesuatu yang bagimu berarti.
- 51Semoga kau menemukannya, semoga kau menemukannya.
- 52
- 53Sesuatu yang membuatmu bisa berkata, "pasti ada jalan keluarnya."
- 54Semoga kau menemukannya, semoga kau menemukannya.

Song Details
- Original Title
- 1.0
- Romaji Title
- one point zero
- Release
- 2022.03.30
- Lyricist
- Composer
- Arranger
