

- 1Lampu-lampu kota yang bersinar dengan begitu gemilang
- 2Menatap remeh ke arah diriku yang tampak sangat kontras dengannya
- 3Melewati celah di antara gedung-gedung tinggi itu
- 4Bercampur dengan lampu neon yang mulai berwarna-warni
- 5Membarter waktuku dengan dunia ini
- 6Lalu tenggelam ke dalam malam
- 7
- 8Saat aku berjalan pulang menuju rumah dengan kereta terakhir
- 9Sosok yang terpantul pada jendela kaca di mataku adalah
- 10Bukan diriku yang dulu selalu kuimpikan
- 11Melainkan seseorang yang tampak seolah bisa menangis kapan saja
- 12Seseorang yang hanya tersesat sendirian di dalam kegelapan
- 13Orang yang menyedihkan
- 14
- 15"Tak apa-apa, suatu hari nanti semua akan baik-baik saja"
- 16Sudah berapa banyak hari yang kulewati sambil memikirkan hal itu?
- 17Hari ini pun, aku sendirian di Tokyo, diriku yang tampak transparan di balik pemandangan ini
- 18Bagaikan hantu
- 19
- 20Di saat aku mulai terbiasa dengan kehilangan
- 21Bahkan keinginan yang sempat terlupakan itu pun
- 22Saat ku mengingat kembali
- 23Alasan mengapa air mataku jatuh
- 24Adalah karena kota ini
- 25Terasa terlalu menyilaukan
- 26
- 27"Ini sungguh mengerikan," keluhku sambil tertawa
- 28Di dalam hari-hari yang terasa hancur
- 29Perasaan di hari itu mendadak terbayang kembali
- 30Tanpa sadar, logika ini terus terbuka hingga pagi datang
- 31Aku akan berulang kali menyuarakan kata-kataku lewat nada ini
- 32
- 33Di saat aku mulai terbiasa dengan kehilangan
- 34Bahkan hari-hari yang sempat terlupakan itu pun
- 35Alasan mengapa aku masih bisa berpikir
- 36"mari melangkah lebih jauh lagi"
- 37Adalah karena ada dirimu
- 38
- 39Hei
- 40Di dalam kota yang sepi ini
- 41Hei
- 42
- 43Lampu-lampu kota yang bersinar dengan begitu gemilang
- 44Menatap remeh ke arah diriku yang tampak begitu kontras dengannya
- 45Mengulurkan tangan ke ujung gedung tinggi itu
- 46Mencoba menelusuri kembali pemandangan yang kuimpikan hari itu
- 47Membarter waktuku dengan dunia ini
- 48Untuk memanggil hari esok
- 49
- 50Di saat aku mulai terbiasa dengan kehilangan
- 51Perasaan berharga yang berhasil kujaga agar tidak lenyap
- 52Alasan mengapa air mataku mendadak jatuh
- 53Saat mendekapnya erat
- 54Adalah karena aku berpikir bahwa
- 55Aku masih ingin hidup di kota ini
- 56
- 57Kamu juga begitu, kan?

