- 1Tanpa emosi, kau tak bisa hidup.
- 2Berkeliaran bagai jiwa tanpa raga.
- 3Tanpa kemampuan, kau tak bisa hidup.
- 4Hanya tatapan sinis yang mengawasimu.
- 5
- 6Tik-tak, hati terasa hampa.
- 7Menaburkan garam pada luka.
- 8Terbelenggu di balik kelopak mata.
- 9Hidup yang runtuh perlahan memudar.
- 10
- 11Entah berapa banyak melepaskan penyesalan,
- 12Entah berapa banyak hari terbuang sia-sia.
- 13
- 14Mengingatnya saja ingin menangis.
- 15Berharap esok bisa melupakannya,
- 16Dengan perasaan, harapan, dan doa.
- 17
- 18Tanpa emosi, kau tak bisa hidup.
- 19Berkeliaran bagai jiwa tanpa raga.
- 20Tanpa kemampuan, kau tak bisa hidup.
- 21Hanya tatapan sinis yang mengawasimu.
- 22
- 23Damn.
- 24
- 25Menjadi emosional,
- 26Kata-kata yang ingin disampaikan kian menjauh.
- 27Melarikan diri di tengah malam yang hampa,
- 28Tersesat di lautan kesepian.
- 29Bahkan suara "sakit, sakit, sakit" itu pun
- 30Hanya untuk memuaskan dirimu.
- 31
- 32Jangan bergantung pada harapan yang ambigu,
- 33Karna tiap kisah dimulai dari tempat yang berbeda.
- 34Tak ada waktu untuk terus terpuruk,
- 35Tak perlu lagi mengikuti kehidupan orang lain.
- 36
- 37Mengingatnya saja ingin menangis.
- 38Berharap esok bisa melupakannya,
- 39Dengan perasaan, harapan, dan doa.
- 40
- 41Tanpa emosi, kau tak bisa hidup.
- 42Berkeliaran bagai jiwa tanpa raga.
- 43Tanpa kemampuan, kau tak bisa hidup.
- 44Hanya tatapan sinis yang mengawasimu.
- 45
- 46Tanpa emosi, kau tak bisa hidup.
- 47Berkeliaran bagai jiwa tanpa raga.
- 48Tanpa kemampuan, kau tak bisa hidup.
- 49Hanya tatapan sinis yang mengawasimu.
- 50
- 51Tanpa emosi, kau tak bisa hidup.