- 1Akan seperti apa langkahmu nanti?
- 2Membawa masa depan yang kau lukis sendiri.
- 3Aku yang dulu tak pernah merasakan apa-apa,
- 4Terjebak dalam perjalanan yang tampak sempurna.
- 5
- 6Di persimpangan jalan, di seberang deretan bunga,
- 7Napas dinginku mulai memudar,
- 8Dan aku melihat jejak pesawat di langit.
- 9Aku berlari mengejarnya, sebelum jejak itu memudar.
- 10
- 11Terkadang aku teralihkan oleh hal-hal lain,
- 12Tapi meski harus melewati jalan memutar, mari terus melangkah.
- 13Aku masih ingat saat kita berbagi suara,
- 14Menyanyikan lagu yang dulu sering kita dengar.
- 15
- 16Dulu kita begitu sibuk dengan segala hal,
- 17Sambil mencari cara untuk mengucapkan selamat tinggal.
- 18Hari-hari itu berlalu begitu cepat, tanpa kita sadari, kita telah dewasa.
- 19Setiap momennya terasa begitu berharga,
- 20Sampai tak ada waktu untuk menoleh ke belakang.
- 21Dan kata-kata yang tak sempat terucap,
- 22Masih menyelimuti kita dalam warna biru ini.
- 23
- 24Musim semi itu terasa seolah waktu berhenti,
- 25Musim panas membawa kita terus melangkah maju.
- 26Aroma bunga osmanthus menyambut datangnya musim gugur,
- 27Dan langit senja memberi tanda musim dingin yang akan tiba.
- 28
- 29Kita menatap langit yang jauh,
- 30Saling bersandar, melangkah bersama.
- 31Aku masih ingat saat kita berbagi bakpao,
- 32Setiap canda dan tawa masih teringat jelas.
- 33
- 34Hal-hal yang dulu kusukai,
- 35Kini akhirnya harus kulepaskan.
- 36Kepercayaan diri yang dulu kugenggam,
- 37Semuanya kini menjadi bagian dari perjalanan kita.
- 38Tak ada yang sia-sia.
- 39Dari kedalaman biru ini, kuusap air mata,
- 40Dan membawa rasa sakit ini ke langkahku selanjutnya.
- 41
- 42Pemandangan yang dulu kuimpikan mungkin tak pernah ada,
- 43Tapi aku masih terus memikirkannya.
- 44Harapan dan penyesalan dari masa lalu terhubung dengan kita,
- 45Membawa kita ke masa depan yang jelas di depan mata.
- 46
- 47Dulu kita begitu sibuk dengan segala hal,
- 48Sambil mencari cara untuk mengucapkan selamat tinggal.
- 49Hari-hari itu berlalu brgitu cepat, tanpa kita sadari, kita telah dewasa.
- 50Setiap momennya terasa begitu berharga,
- 51Sampai tak ada waktu untuk menoleh ke belakang.
- 52Dan kata-kata yang tak sempat terucap,
- 53Masih menyelimuti kita dalam warna biru ini.
- 54
- 55Dan sekarang, aku terus memeluk warna biru ini,
- 56Dan melangkah ke depan.