- 1Tutur kata manis yang terucap dari mulut itu,
- 2Justru membuatmu semakin menderita.
- 3
- 4Di tengah hari-hari yang selalu sama,
- 5Ah, kita mencari makna dan saling mendekat.
- 6Tersenyum di balik lapisan filter warna yang sesak,
- 7Kelicikan yang dulu kusesali
- 8Kini menjadi caraku menjalani hidup,
- 9Namun pikiran yang kaku masih mengikat.
- 10
- 11Kau selalu berlagak kuat, menggigit bibir,
- 12Dan bersikap seolah kau sudah memahaminya.
- 13
- 14Tutur kata manis yang terucap dari mulut itu,
- 15Aku membencinya, jadi aku bernyanyi.
- 16Raut pasrah di wajah itu
- 17Membuatku diselimuti awan kelabu.
- 18
- 19Bahkan suaraku ini pun tak dapat menjangkaumu.
- 20Aku harus merangkai kalimat yang lebih sempurna.
- 21Selalu ingin lebih,
- 22Dan pasti akan salah lagi.
- 23Hari ini pun aku terjatuh lagi
- 24Di pagi yang tak sempurna.
- 25
- 26Dalam keseharian yang tak bisa jujur,
- 27Hanya ada suara mengejek "Ideal itu omong kosong."
- 28Tak bisa memilih kalimat untuk membalas,
- 29Yang ada hanya kepedihan kian bertambah.
- 30
- 31Menyembunyikan dengan bersikap kuat,
- 32Apakah kau ingin tetap hidup dengan sempurna?
- 33Menumpuk kepasrahan demi kepasrahan,
- 34Hingga "kebenaran" lenyap dari pandangan.
- 35
- 36Tutur kata manis yang terucap dari mulut itu.
- 37Tutur kata manis yang terucap dari mulut itu.
- 38
- 39Tutur kata manis yang terucap dari mulut itu,
- 40Aku membencinya, jadi aku bernyanyi.
- 41Raut pasrah di wajah itu
- 42Justru membuatmu semakin menderita.
- 43
- 44Bahkan suaraku ini pun tak dapat menjangkaumu.
- 45Aku harus merangkai kalimat yang lebih sempurna.
- 46
- 47Selalu ingin lebih,
- 48Dan pasti akan salah lagi.
- 49Meski begitu, aku tetap bernyanyi,
- 50Karena ketidaksempurnaan inilah.