- 1Sejak saat itu, entah seberapa jauh jarak antara kita telah terbuka.
- 2Lagu yang mengalun di jalanan kota ini, ah, nyanyian itu ku mengetahuinya.
- 3
- 4"Keadaan" yang mengelilingimu, membuatku gila setiap hari,
- 5Bahkan 'tuk menghadapinya pun, ku tak lagi mampu.
- 6Sebuah surat tanpa tujuan ini seolah tak bisa mati,
- 7Dalam huruf yang belum selesai kutuliskan, ku mencari dirimu.
- 8
- 9Betapa sering ku jatuh cinta padamu, betapa sering ku membencimu.
- 10Benang yang terikat erat, dengan lembut mengikat diriku.
- 11Karena itu tak bisa kukatakan, sekarang ku ingin menyentuhmu, terasa sakit.
- 12Berulang kali hampir kuucapkan, "Selamat tinggal."
- 13
- 14Segalanya terasa jadi penghalang, termasuk surat ini, bahkan rasa risauku.
- 15Jika memang tak ada yang abadi, ah, apakah kita akan terus berubah seperti ini?
- 16
- 17Kabar darimu tak pernah ada sejak lama.
- 18Ku merenungkan masa-masa kekosongan itu.
- 19Kita masing-masing menatap pintu yang baru.
- 20Saat kau membukanya dengan tanganmu sendiri, kau tampak begitu menyilaukan.
- 21
- 22Seperti anak kecil, kau tarik tanganku yang tergenggam.
- 23Hampir saja kau berlari dengan tatapan lurusmu itu.
- 24Karena itu tak bisa kukatakan, sekarang ku ingin bertemu denganmu, menyakitkan.
- 25
- 26Surat cinta yang kutulis lalu kuhapus, bertumpuk bersama kenangan.
- 27"Ku akan melindungimu", yang sungguh-sungguh kupikirkan seperti itu kaulah orangnya.
- 28
- 29Betapa sering ku jatuh cinta padamu, betapa sering ku membencimu.
- 30Benang yang terikat erat, dengan lembut mengikat diriku.
- 31Karena itu ku harus mengatakannya, bahwa ku masih mencintaimu.
- 32
- 33"Hei, sendiri ku kesepian," "ku ingin mati saja,"
- 34Malam saat ku membuatmu kerepotan dengan menjadi jujur seperti itu.
- 35Sekarang tak apa, tak peduli masa depan seperti apa yang menanti.
- 36Ku takkan pernah membiarkan benang merah ini putus.
Akaito
Single • 2015 • 1 track