

- 1Bayangan yang tenggelam di sudut ruangan.
- 2Masih menirukan kebiasaan buruk itu.
- 3Mungkinkah karena terlalu lama berada di sampingmu,
- 4Aku menahan napas di malam-malam yang tak bisa tidur.
- 5
- 6Cinta itu seperti gravitasi, ya.
- 7Semakin kita melawan, semakin kita terjatuh.
- 8Tersandung oleh gerakan tak sengaja,
- 9Dan meratap dalam desahan napas.
- 10
- 11Apa itu asmara? Cintamu itu apa sebenarnya?
- 12Hati yang terkadang gelisah, saling membuat cemburu.
- 13Perasaan yang tak menentu ini sangat mengganggu.
- 14Tapi saat kau ada di hadapanku,
- 15Pasti inilah yang disebut asmara.
- 16Bagaimanapun, aku tetap jatuh cinta.
- 17
- 18Seperti bulan yang terus berulang antara purnama dan sabit,
- 19Hatimu terus berubah bentuk.
- 20Mengejar cahaya yang hampir bisa kuraih namun tak tertangkap,
- 21Hari ini pun aku tersesat mengejarnya.
- 22
- 23Duri yang tersembunyi di balik kelembutan,
- 24Mencabut hingga tunas-tunas kata.
- 25Napas kabur yang tak tahu harus pergi ke mana.
- 26Mengapa sesakit ini?
- 27
- 28Semakin kita menyentuh, semakin kita tak memahami cinta.
- 29Semakin banyak kata yang dipertukarkan, semakin kesepian bertambah.
- 30Bahkan sikapmu yang menjengkelkan pun bisa kumaafkan.
- 31Meski harus memeluk rasa sakit,
- 32Bahkan jika asmara ini takkan terbalas,
- 33Tetap saja, aku memilihnya.
- 34
- 35Setiap kali kehilangan, aku mencarinya lagi.
- 36Kehangatan itu bagaikan bahana.
- 37Seperti menguliti rasionalitas itu sendiri,
- 38Hanya demam yang terus meninggi.
- 39
- 40Apa itu asmara? Jawabanmu itu apa sebenarnya?
- 41Ingin mempercayai, tapi terus-menerus meragukan.
- 42Perasaan yang tak menentu ini sangat mengganggu.
- 43Aku lupa cara mengakhirinya.
- 44Inilah yang disebut asmara.
- 45Bagaimanapun, aku tetap jatuh cinta.
