

- 1Berikan dia pukulan terakhir.
- 2Lagipula, bocah itu tatapan menyedihkan.
- 3Di sana-sini, terjadi kebakaran,
- 4Orang biadab yang berlagak "sentimental".
- 5Setidaknya di akhir hidupnya, berikan dia bunga.
- 6Dari buaian hingga liang kubur, cinta selalu kurang!
- 7Para tamu yang tergesa-gesa, terlalu cepat menyimpulkan,
- 8Mereka semua memasang wajah yang sama.
- 9
- 10“Tidak punya tata krama.”
- 11
- 12Silahkan, berkumpul di sekitar meja putih
- 13Dan menarilah di atas piring yang berputar,
- 14Sampai-sampai kita lupa cara bernapas yang benar,
- 15Tenggelam hingga akhir yang menyedihkan.
- 16
- 17Di sebuah meja makan yang mewah.
- 18
- 19Sampah tetaplah sampah, hiduplah layaknya sampah.
- 20Bodoh tetaplah bodoh, hiduplah layaknya orang bodoh.
- 21Itulah aturan mendasar dalam masyarakat, kami tak menerima keluhan.
- 22Semua tampak seperti pengganggu,
- 23Sepanjang waktu ini para penonton membuat kebisingan.
- 24Untuk saat ini, setidaknya menarilah di atas telapak tangan itu.
- 25
- 26Berkumpul di sekitar meja putih,
- 27Menarilah di atas piring yang berputar,
- 28Sampai-sampai lupa cara bernapas yang benar.
- 29Silahkan lanjutkan sampai tenggelam.
- 30
- 31Silakan nikmati pahit maupun manis sesukamu.
- 32Racun yang telah tersimpan dalam ketidakpastian,
- 33Biarkan membuat sel-sel tubuh ini menari
- 34Dengan kata-katamu yang tajam!
- 35Rasa sakit kita, yang tak pernah bisa memilih satu pun,
- 36Lihatlah, berputar-putar tanpa henti
- 37Di atas meja makan "kehidupan".
- 38
- 39Silahkan, berkumpul di sekitar meja putih
- 40Dan menarilah di atas piring yang berputar,
- 41Sampai-sampai kita lupa cara bernapas yang benar,
- 42Tenggelam hingga akhir yang menyedihkan.
- 43
- 44Di sebuah meja makan yang mewah.
- 45
- 46Sekarang, mainkan saja elegi yang kelam,
- 47Dan mari menari di atas telapak tangan!
- 48Umpan-umpan yang kalian hinakan itu,
- 49Bagaimana rasanya dimakan olehnya?
- 50
- 51Silakan nikmati pahit maupun manis sesukamu.
- 52Cinta yang selama ini dinantikan dengan kepastian,
- 53Cobalah buat sel-sel tubuh ini menari
- 54Dengan pikiranmu yang sudah membusuk!
- 55Tak akan ada lagi satu pun hal yang bisa direbut.
- 56Rasa sakit kita, dan segalanya, kini sedang berputar
- 57Di atas meja makan "kehidupan".

