

- 1Aku, kau, dan bunga yang fana, bagaikan abelia yang berpendar lalu berguguran.
- 2Segala sesuatu yang membuat hidup ini berarti,
- 3Aku menyadari itu adalah mimpi saat kucoba meraihnya.
- 4
- 5Melodi yang terlahir dari hatiku berkata, "Tak mengapa jika aku tiada."
- 6Merintih di pagi, musim panas, dan malam yang ingin sirna.
- 7Menanti keajaiban yang suatu saat akan tiba,
- 8Namun hati ini seperti bunga sakura yang berguguran.
- 9
- 10Aku, kau, dan bunga yang fana, bagaikan abelia yang berpendar lalu berguguran.
- 11Jika aku bisa merangkul sesuatu yang membuat hidup ini berarti,
- 12Maka aku ingin menyebutnya sebagai cinta.
- 13
- 14Di teras yang memantulkan bayangan mataku, keanehan pun tumpah ruah.
- 15Kini, bintang membeku, sedangkan masa lalu tetap indah.
- 16Di hati yang dingin, bagai musim dingin, mekarlah kembang api yang lembut,
- 17Suaranya pun menggema.
- 18
- 19Aku, kau, dan bunga yang fana, bagaikan abelia yang berpendar lalu bermekaran.
- 20Segala sesuatu yang membuat hidup ini berarti,
- 21Telah kau berikan padaku.
- 22
- 23Aku, kau, dan bunga yang fana, bagaikan abelia yang berpendar lalu beterbangan.
- 24Jika aku bisa merangkul sesuatu yang membuat hidup ini berarti,
- 25Maka aku ingin menyebutnya sebagai cinta.
- 26Aku masih mengingatmu.
- 27Aku berharap kita bisa tersenyum bersama lagi,
- 28Di pagi, musim panas yang berbinar.
