

- 1Dengan bilah kata yang emosional, pemikiran dangkal, impulsif, dan mencela,
- 2
- 3Perasaan janggal tumbuh dari "sesuatu yang berbeda."
- 4Namun, apa yang berbeda? Aku tak bisa memahaminya.
- 5Perasaan terasing merayapi hatiku, seakan terjerat.
- 6Kegelisahan perlahan semakin pekat.
- 7
- 8Dengan tutur kata yang emosional, pemikiran dangkal, impulsif, dan mencela,
- 9"Kau berbeda." "Kau berbeda." "Kau aneh."
- 10Tatapan yang ditujukan padaku.
- 11
- 12Hal-hal kecil yang terus melekat dalam benakku.
- 13Tanpa kusadari, retakan mulai muncul.
- 14Ah, hati yang kudekap agar tak runtuh kini mulai keruh.
- 15Hei, jika kau tak bisa memahamiku, maka tinggalkan aku sendiri.
- 16
- 17Aku hanya ingin kau menganggap setiap bunga itu indah.
- 18Janganlah memaksakan keadilan dengan kata-kata yang tak kuminta.
- 19
- 20Sungguh memilukan jika "kebahagiaan" ditentukan oleh seseorang,
- 21Seolah tak bisa menumbuhkan warna yang indah.
- 22Ah, meski mencari aneka warna, tetap terwarnai dalam satu warna.
- 23Hei, dunia memang selalu seperti itu.
- 24
- 25Dengan tutur kata yang emosional, pemikiran dangkal, impulsif, dan mencela,
- 26Mengutuk diriku, mengutuk diriku, mengutuk diriku.
- 27Bekas luka akan membekas seumur hidup.
- 28
- 29Aku ingin menjalani hidup dengan sedikit kepedihan,
- 30Jadi aku enggan mencari makna dalam kehidupan.
- 31Jika bisa bertemu denganmu, yang juga memikul kepiluan hidup yang sama,
- 32Aku ingin menjadi tak kasat mata, dipenuhi kelembutan yang murni,
- 33Seolah dapat menembus segala tatapan dan juga penderitaan.
