- 1Kini, meski paras dan suaramu memudar,
- 2Kenangan lembut tak cukup digenggam tangan.
- 3Lihatlah, birunya langit, putihnya bulan,
- 4Begitu mempesona hingga air mata meluap.
- 5Namun, tak boleh kuucap bahwa aku menyukainya.
- 6
- 7Hujan petang membasahi persimpangan,
- 8Aku gemetar sembari berteduh.
- 9Detak jantung yang terasa dari genggamanmu,
- 10"Takkan pernah usai," ucapmu.
- 11
- 12Janganlah pergi, aku takut.
- 13Ingin kurangkul raungan kelam hatimu.
- 14Jari kerumunan orang yang melipat payung,
- 15Mengarah ke langit, melihat pelangi.
- 16
- 17Kini, setiap kumenyentuh paras dan suaramu,
- 18Rasa sakit dan takut dalam denyut nadimu bisa kurasakan.
- 19Namun, kau masih bermimpi, tersandung, lalu berlari lagi.
- 20Masih sanggup mencintai seseorang dan memeluknya.
- 21Kepada seseorang, kau ungkapkan perasaan suka.
- 22Masih sanggup, masih sanggup.
Rokudenashi - Myakuhaku (Lirik Terjemahan) | Pulse [脈拍] - UtaLoid