🎵
Meidai
- 1Kita menerima hari esok yang tak terlihat tanpa henti,
- 2Meski tubuh ini retak, kita tetap memperbaiki diri sendiri.
- 3
- 4Barangkali esok akan membawa perubahan,
- 5Betapa naif, betapa lesu, betapa polosnya kita sebagai makhluk.
- 6Terkadang bodoh, sesekali terseret kegilaan, begitulah adanya.
- 7
- 8Namun dalam gen kita terpahat tekad tuk tak pernah menyerah,
- 9Kita diciptakan tuk terus mencari harapan di setiap helaan napas.
- 10Meski sekecil ini diriku, aku berharap agar bisa menjadi sesuatu
- 11Bagi seseorang.
- 12
- 13Pertama kali lahir ke dunia, mana mungkin tahu ke mana harus melangkah.
- 14Tak pernah terbayang bahwa akan bertemu kesedihan di tempat seperti ini.
- 15
- 16Bukan seberapa sering tersesat, melainkan seberapa banyak membuat kesalahan.
- 17Jika itu yang dijadikan patokan hidup, maka dunia seperti itu tak kubutuhkan.
- 18
- 19Sudah sekian lama sejak aku terlahir ke dunia ini,
- 20Namun dunia memandangku asing, memanggil hanya untuk mengabaikan.
- 21
- 22Jika kebohonganmu terbongkar, ada ribuan seperti itu di luar sana.
- 23Secepat kilat, kau berkelit tanpa peduli, menghindar dari tuduhan.
- 24
- 25Di era di mana para ahli kehidupan seenaknya mendominasi,
- 26Dualisme "putih" dan "hitam" merajalela, tak ada ruang tuk keraguan.
- 27Bangku penggugat dipenuhi orang, sementara bangku terdakwa kosong.
- 28
- 29Di zaman di mana kata-kata dijadikan senjata yang diayunkan,
- 30Di tengah "kejuaraan wajah tenang" yang diharuskan berpartisipasi,
- 31Namun jika kau masih di sini, aku ingin terus hidup besok dari lubuk hati.
- 32Kuberharap begitu.
- 33
- 34Cara menyerah, menghindar, mengeluh, dan merendahkan orang lain,
- 35Itulah perlengkapan zaman yang kau percayai dengan tawa seperti itu.
- 36
- 37Kelak semua akan lenyap, baik kebencian maupun kasih sayang.
- 38Kini, apa yang bisa kukatakan kepada pemilik suara itu?
- 39
- 40Bahkan di balik kesedihan,
- 41Suaramu
- 42Tuururu, tuttutu, tuururu, tuttutu
- 43Masih bisa kudengar
- 44Tuururu, tuttutu, tuururu, tuttutu
- 45Masih bisa kudengar.
- 46
- 47Di dunia ini, tak semua orang bisa bahagia.
- 48Aku merasa pusing karena tak menemukan kebenaran yang melampaui ini.
- 49
- 50Sebagian besar mimpi yang memenuhi dunia ini tak pernah terwujud.
- 51Mengapa pelajaran pertama di sekolah tak pernah mengajarkan itu?
- 52
- 53Pertama kali lahir ke dunia, mana mungkin tahu ke mana harus melangkah.
- 54Tak pernah terbayang bahwa akan bertemu kesedihan di tempat seperti ini.
- 55
- 56"Hari yang kau sia-siakan merupakan hari yang seseorang dambakan."
- 57Kalimat itu tak selalu mengusik, malam tetap terasa hampa.
- 58
- 59Meski perbedaannya hanya setetes obat mata di samudra yang luas,
- 60Aku terus menjalani hari-hari mencari makna keberadaanku di sini.
- 61
- 62Aku ingin mendengar “hanya kau” dalam sandiwara harapan kita, (ini menggelitik.)

Song Details
- Song Title
- Meidai
- Release
- 20250723