🎵
Tamamono
- 1Meski air mata dikatakan tak ada gunanya, hidup ini selalu saja dekat dengannya.
- 2Masa lalu yang kian menumpuk, masa depan yang tak terlihat.
- 3Terhuyung di antara keduanya, aku merasa pusing.
- 4
- 5Kita merobek surat yang bertuliskan "makna kelahiran",
- 6Dan menendang pintu dunia hingga terbuka.
- 7Kita terlahir sebagai seorang musafir pemberontak.
- 8
- 9Pelajaran hidup, pengalaman, astrologi, atau statistik,
- 10Segala pedoman dan rujukan membanjiri dunia manusia ini.
- 11Hari-hari seakan menutup celah bagi logika, namun hari ini aku tetap menjalani hidup penuh rintangan.
- 12Mari, hadapi!
- 13
- 14Esok yang seharusnya membawa kita mendekati akhir kehidupan,
- 15Anehnya bersinar dengan pesona misterius. Dalam keajaiban itu, sebuah kunci magis penuh kasih
- 16
- 17Berada di tanganmu. Mengapa? Bagaimana bisa? Terkadang aku merasa ini semua absurd,
- 18Namun kuserahkan pada ketetapan “Tuhan” yang menitipkannya padamu. "Bersorak."
- 19
- 20Ke mana angin ini akan membawaku?
- 21Hari yang baru saja lahir memanggilku.
- 22Konon katanya, "tak ada yang namanya kesalahan",
- 23Dan aku pun berpikir, "Mungkinkah itu benar?" atau "Mungkin tidak."
- 24
- 25Aku tahu hal menyedihkan dan menyesalkan masih menanti di depan.
- 26Meski begitu, aku tetap memilih esok untuk hidup bersamamu.
- 27Di pagi yang baru, kuucapkan, "Selamat pagi!"
- 28
- 29Garis emosi, garis takdir, dan garis cinta bersilangan secara diagonal,
- 30Berbenturan, memercikkan api, membakar seperti kembang api dengan api itu sebagai bahan bakar.
- 31Tak ada waktu untuk meragukan apa yang lebih pasti dari keberuntungan.
- 32Mari, saatnya melangkah!
- 33
- 34Setiap takdir akan terpana melihat keindahan kita yang tak sempurna.
- 35Bersamamu, kita bisa berlari kencang, meninggalkan keputusasaan jauh di belakang.
- 36
- 37"Apakah ada yang tak bisa dilakukan?"
- 38Tak ada jawaban, jadi untuk apa ragu?
- 39Hati ini tahu, kebenaran semu takkan pernah membatasi kita.
- 40Tak ada waktu untuk menyerah!
- 41
- 42Saat tiba waktunya, kita akan mengembalikan hidup pinjaman yang kita anggap milik sendiri.
- 43Kita menyayanginya, sesekali berserah padanya, atau asal mengisikan kenangan,
- 44Menjadikannya pelarian saat kita kehilangan arah.
- 45Karena ini kesempatan langka, mari kita kembalikan dalam bentuk yang unik, tak ada duanya.
- 46Jika mungkin, aku berharap akan ditertawakan dan diberi tahu, "Tidak perlu, simpan saja."
- 47Itulah kehidupan yang ingin kujalani.
- 48Bersamamu.

Song Details
- Song Title
- Tamamono
- Release
- 20250418