

- 1Karena terlalu lama menatap jalan menurun,
- 2Mataku terasa nyeri.
- 3Karena menghadang hembusan angin,
- 4Pergelangan kakiku terasa sakit.
- 5
- 6Jika terkadang jalan malam terasa menakutkan,
- 7Arahkan jarimu,
- 8Langkahkan kakimu,
- 9Dan regangkan bahumu.
- 10
- 11Kini saatnya!
- 12
- 13Injak pedal gas hingga merah membara,
- 14Namun itu belum cukup, teruslah melaju.
- 15Hingga tubuhmu lelah,
- 16Pastikan berdiri di jalur yang benar.
- 17Meski berlumuran darah, telanlah air mata.
- 18Lupakan rasa khawatir,
- 19Tataplah ke depan,
- 20Dan melompatlah!
- 21Larilah!
- 22SAKAMOTO DAYS.
- 23
- 24Strategi untuk mengalahkan manajer yang penuh semangat,
- 25Namun sia-sia, berbicara pada si gendut.
- 26"Sudah melampaui batas."
- 27Begitulah pipinya seolah berkata.
- 28
- 29Segala yang telah kau tinggalkan,
- 30Kini bersemayam di dalam hatimu.
- 31
- 32Di sini, bahkan air mata adalah tanda kekuatan.
- 33Tunjukkan jarimu,
- 34"Serahkan padaku."
- 35Dan regangkan bahumu.
- 36
- 37Saatnya!
- 38
- 39Injak pedal gas hingga merah membara,
- 40Namun itu belum cukup, teruslah melaju.
- 41Hingga tubuhmu lelah,
- 42Pastikan berdiri di jalur yang benar.
- 43Meski berlumuran darah, telanlah air mata.
- 44Lupakan semua rasa khawatir,
- 45Tataplah ke depan,
- 46Dan melompatlah!
- 47
- 48Berkobarlah!
- 49
- 50Injak pedal gas hingga merah membara,
- 51Namun itu belum cukup, teruslah melaju.
- 52Hancurkan dirimu hingga kusut,
- 53Pastikan terus berlari di jalur yang benar.
- 54Meski berlumuran darah, telanlah air mata.
- 55Lupakan rasa khawatir,
- 56Tersenyumlah,
- 57Dan melompatlah!
- 58Larilah!
- 59SAKAMOTO DAYS.

