

- 1Biarlah menari dengan lepas,
- 2Seperti gugur yang secara perlahan.
- 3Perpisahan itu layaknya mekarnya bunga,
- 4Seperti mentari musim panas yang menembus dedaunan.
- 5
- 6Di kesunyian setelah hujan, kutemukan bunga.
- 7Hatimu terasa seperti ada lubang yang menganga.
- 8Mari berjalan sejenak, selagi angin masih berembus
- 9Saat rerumputan bergoyang, rasanya sedang menanti seseorang.
- 10
- 11Bukankah menyedihkan, setiap kali melupakan menambah ingatan baru?
- 12
- 13Karena itu, menarilah dengan lepas,
- 14Seperti gugur yang secara perlahan.
- 15Perpisahan itu layaknya mekarnya bunga,
- 16Itu, sungguh itu.
- 17Karena itu, menarilah dengan lepas.
- 18Ah, sejak awal kita tidaklah menjadi satu,
- 19Saat kau usap air mata 'kan menjadi deras,
- 20Seperti mentari musim panas yang menembus dedaunan,
- 21Yang menembus dedaunan.
- 22
- 23Apa yang sebenarnya ada di dalam dirimu?
- 24Apa yang sedang kau lukiskan di dalam hatiku?
- 25Mari berjalan sejenak, selagi hujan masih turun.
- 26Apakah sosokmu yang menjauh itu diterpa gerimis?
- 27
- 28Bukankah memang wajar jika melupakan itu terasa menyakitkan?
- 29
- 30Biarlah kata-kata bermain dengan lepas,
- 31Mentari senja terbenam secara perlahan.
- 32Hujan awal musim panas bagaikan kembang api,
- 33Itu, sungguh itu.
- 34Dan seketika berlalu menjadi cerah,
- 35Menunggu dirimu, layaknya api.
- 36Awan yang merekah, seperti merah senja,
- 37Itu bagaikan festival angin.
- 38
- 39Akankah dada ini terasa sesak setiap kali mengenang langit hari itu?
- 40
- 41Karena itu, menarilah dengan lepas,
- 42Seperti gugur yang secara perlahan.
- 43Perpisahan itu layaknya mekarnya bunga,
- 44Itu, sungguh itu.
- 45Karena itu, menarilah dengan lepas.
- 46Ah, sejak awal kita tidaklah menjadi satu,
- 47Saat kau usap air mata hujan 'kan turun,
- 48Seperti mentari musim panas yang menembus dedaunan,
- 49Yang menembus dedaunan.

