

- 1Angin itu, angin itu.
- 2Kau bilang terasa nostalgia,
- 3Membuat hatiku yang merindu terkuak tanpa sengaja.
- 4
- 5Bayangan gunung terlihat jelas,
- 6Dan angin menderu bagai badai.
- 7Tak kusangka kau akan bernyanyi.
- 8
- 9Ingin melupakan, melupakan.
- 10Kubilang ingin melupakannya,
- 11Melupakan.
- 12Tak kusangka kau ialah sinar mentari.
- 13
- 14Hembusan ombak terdengar jelas,
- 15Samudra terbentang seakan hanya semata.
- 16Baru kusadari aku juga sendirian.
- 17
- 18Bila kumenyanyikan kesepian, musim semi tiba.
- 19Aku petarung yang sendirian dalam hembusan angin.
- 20Bukalah mulutmu lebar-lebar,
- 21Petarung yang meratap dalam kesepian.
- 22
- 23Seseorang bertutur hatimu dingin.
- 24Astaga, tak kusangka hati bisa sedingin itu.
- 25Langit senja, cerah membentang.
- 26Dan angin menderu bagai pepohonan.
- 27Tak kusadari, kau juga sendirian.
- 28
- 29Biarkan dadaku terkoyak dalam kesepian.
- 30Kini aku seorang petarung yang sendirian.
- 31Bukalah mulutmu lebar-lebar,
- 32Petarung yang berlari, menghadang angin.
- 33
- 34Bila kumenyanyikan kesepian, musim semi tiba.
- 35Aku petarung yang sendirian dalam hembusan angin.
- 36Bukalah mulutmu lebar-lebar,
- 37Aku dan petarung yang menghembuskan angin.
- 38
- 39Kau bertutur hatiku berdebar bagai ombak.
- 40Ah, tak kusangka hati ini laksana samudra.
- 41Bayangan gunung terlihat jelas,
- 42Dan angin menderu bagai badai.
- 43Tak kusangka kau akan tersenyum.

