

- 1Ku memang benci musim panas,
- 2Tapi ku menyukai aromanya.
- 3Menepukkan dua penghapus papan tulis, terbatuk,
- 4Dan dimarahi di musim panas.
- 5
- 6Meski masa itu tak datang lagi,
- 7Meski ku sudah menjadi dewasa,
- 8Ku masih ingin bermimpi sedikit lebih lama.
- 9"Pilihlah keputusan yang tak kau sesali."
- 10Justru karna penyesalan itu,
- 11Ku masih bisa terus bertahan.
- 12
- 13Masa muda itu tak terlihat.
- 14Kami di hari itu tak menyadari
- 15Bahwa suatu hari akan mengenang masa kini.
- 16Namun jika masa muda bisa terlihat,
- 17Mungkin ku tak akan menjalani hidup
- 18Secara bersemangat seperti hari itu.
- 19Jadi biarlah tetap tak terlihat.
- 20
- 21Kupikir ku tak punya masa muda.
- 22Saat makan siang, ku tak bicara dengan siapapun.
- 23Parasmu yang hanya kukenal separuhnya,
- 24Bukankah ini terlalu tidak adil?
- 25
- 26Wahai diriku yang dulu meratap,
- 27Sekarang ku bersulang dengan segelas minuman,
- 28Membicarakan mantan pacar,
- 29Membicarakan pencarian kerja.
- 30Yang jelas, momen itu memang ada.
- 31Ku menjalani masa muda yang biru.
- 32
- 33Masa muda takkan pudar.
- 34Hari itu kami juga tertawa.
- 35Meski tak bisa melihat wajah dengan jelas,
- 36Meski ini bukan masa muda lagi,
- 37Kami pasti akan menghabiskan waktu yang lebih panjang dari itu
- 38Dan terus tertawa bersama.
- 39Karena sekarang ku bisa melihatnya dengan jelas.
- 40
- 41Masa muda itu tak terlihat.
- 42Masa muda takkan pudar.
- 43Masa muda itu tak terlihat.
- 44Masa muda takkan pudar.
- 45
- 46Masa muda itu tak terlihat.
- 47Kami di hari itu masih belum tahu
- 48Bahwa bukan hanya anak-anak yang paling kuat.
- 49Masa muda memang takkan datang lagi.
- 50Bukan berarti semua sudah terlambat.
- 51Tak perlu pedulikan penilaian orang lain.
- 52Hiduplah sesuai yang kau suka.
- 53Musim panas baru saja dimulai.

Song Details
- Original Title
- 青春は見えない
- Romaji Title
- Seishun wa Mienai
- English Title
- Invisible Youth
- Release
- 2026.06.08
- Lyricist
- Composer
- Arranger
