

- 1Mohon bantuannya!
- 2
- 3Terkuat! terhebat! adu strategi!
- 4Terlebih bisa dimainkan seumur hidup.
- 5Dari anak kecil, orang dewasa, bahkan pemain lama—
- 6Kakek-kakek pun ikut bertanding.
- 7
- 8Langkah pertama, kedua, ketiga.
- 9Jujur saja, aku nggak ngerti apa-apa.
- 10Kita generasi modern, kecanduan dopamin.
- 11Semuanya, mari kita main Shogi!
- 12
- 13Di awal, pertengahan, akhir permainanku penuh celah.
- 14'Kan kutunjukkan permainan yang nggak ada lawan.
- 15Eh, benteng, menteri, jenderal emas, jenderal perakku di mana?
- 16Apa boleh buat, nggak ada pilihan lain.
- 17Menyerah! aku kalah!
- 18
- 19Segala di dunia ini adalah adu strategi.
- 20Semuanya bisa dipelajari dari Shogi.
- 21Setiap kata dan tindakanmu.
- 22Bisa kubaca sampai tiga langkah ke depan.
- 23
- 24Maaf, langkah pertama, kedua, ketiga.
- 25Yang terjadi besok saja aku nggak tahu.
- 26Kecemasan yang terus berdatangan.
- 27Mendorong pion masa depanku melangkah.
- 28
- 29Di awal, pertengahan, akhir permainanku penuh celah.
- 30Ku percaya pada Shogi dengan bidak yang bergerak lincah.
- 31Tapi benteng, menteri, jenderal emas, jenderal perakku hilang.
- 32Ku berpikir keras mencari solusi.
- 33Merenung! tak membuahkan hasil.
- 34
- 35Lawan mainku... di awal, pertengahan, akhir permainannya tanpa celah.
- 36Bidak-bidaknya pun nggak stuck, kuat sekali!
- 37
- 38Terkuat! terhebat! juara! adu strategi!
- 39Entah mengapa bidak-bidaknya jadi terlihat lucu.
- 40"Tampilannya terlalu polos, sepertinya sulit..."
- 41Tinggal tangkap rajanya! gampang, pasti menang!
- 42Sekarang mari bertanding!

